Perbedaan Business Operations Verification dan Identity Verification
Identity verification membuktikan siapa Anda sebagai individu atau entitas, sedangkan business operations verification membuktikan apa yang Anda jual atau tawarkan. Google menggunakan informasi dari business operations verification untuk memastikan bahwa konten iklan konsisten dengan operasi bisnis nyata yang dapat diverifikasi.
Tidak semua akun diminta menyelesaikan kedua jenis verifikasi. Beberapa akun hanya diminta menyelesaikan salah satunya, tergantung pada jenis industri, negara, dan histori akun. Perhatikan dengan seksama notifikasi di akun Anda untuk mengetahui jenis verifikasi yang benar-benar diperlukan.
Informasi yang Diminta dalam Business Operations Verification
Formulir business operations verification umumnya meminta URL website utama bisnis Anda, deskripsi singkat tentang produk atau layanan yang diiklankan, serta informasi tentang siapa yang mengelola akun (pemilik bisnis secara langsung atau agensi yang bertindak atas nama klien). Pastikan URL yang diberikan aktif dan kontennya mencerminkan bisnis yang sama dengan yang ada di akun.
Google juga dapat meminta informasi tentang kepemilikan domain, nomor telepon bisnis, atau dokumen operasional seperti izin usaha atau NIB. Semua informasi harus dapat diverifikasi secara independen oleh tim Google.
- Pastikan website Anda aktif dan dapat diakses dari browser manapun.
- Konten website harus mencerminkan produk atau layanan yang sama dengan iklan.
- Sediakan informasi kontak bisnis yang valid di website.
- Siapkan dokumen izin usaha atau NIB jika diminta.
- Pastikan domain website terdaftar atas nama Anda atau bisnis Anda.
Mengapa Konsistensi Informasi Sangat Penting
Google mencocokkan informasi yang Anda berikan dalam formulir dengan data yang dapat diverifikasi secara publik, termasuk informasi domain, konten website, dan informasi bisnis yang terdaftar. Jika ada ketidaksesuaian antara nama bisnis di formulir, nama di domain, dan nama di akun Google Ads, kemungkinan pengajuan akan ditolak.
Sebelum mengisi formulir, audit terlebih dahulu semua titik data yang mungkin diperiksa Google: nama bisnis di akun, nama di profil pembayaran, nama di domain whois, dan nama yang tertera di website. Seragamkan semua data ini sebelum mengajukan verifikasi.
Kasus Khusus: Agensi yang Beriklan untuk Klien
Jika Anda adalah agensi yang mengelola akun Google Ads untuk klien, business operations verification mungkin meminta Anda untuk menjelaskan hubungan tersebut. Google memiliki formulir khusus untuk agensi yang memungkinkan Anda mengidentifikasi diri sebagai pengelola akun yang bekerja atas nama pengiklan lain.
Dalam kasus ini, nama organisasi agensi Anda akan muncul sebagai pengelola akun, bukan nama klien. Pastikan klien Anda mengetahui dan menyetujui pengaturan ini, dan bahwa semua dokumen yang digunakan adalah milik pihak yang sah dan berwenang.
Tindak Lanjut Jika Pengajuan Membutuhkan Klarifikasi
Jika Google mengirimkan permintaan klarifikasi atau dokumen tambahan, respons cepat sangat dianjurkan. Keterlambatan dalam memberikan informasi yang diminta dapat memperpanjang masa pembatasan akun. Baca setiap permintaan dengan teliti dan berikan hanya informasi yang diminta, tidak lebih.
Jika Anda tidak yakin dokumen apa yang paling tepat untuk diberikan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional yang berpengalaman dalam verifikasi Google Ads. Memberikan dokumen yang salah dapat memperumit proses dan memperlambat penyelesaian.